BUKAN BAIK, NAMUN PENTING

Baik dan penting. Kedua kata sifat ini memiliki arti yang berbeda. Kata ’baik’ dapat memberikan makna sebagai sebuah pilihan. Contohnya: ‘Alangkah lebih baik’, ‘sebaiknya’, dan ‘sebagainya’. Namun, saat kata ‘penting’ dilontarkan, istilah ini memiliki kesan harus dan tidak dapat dipilih.

Sebagai seorang Kristen, ada hal PENTING yang harus kita ketahui mengenai kehidupan kita, yaitu mengasihi. Apakah Saudara dapat menerima pernyataan ini: “kasih seharusnya menjadi prioritas utama, kasih adalah tujuan utama kehidupan Saudara?”

1 Korintus 13:3b dalam Alkitab versi The Message (MSG) mengatakan, “Tidak peduli apa yang aku katakan, apa yang aku yakini, dan apa yang aku lakukan, tanpa kasih aku gagal.” Allah mengeklaim bahwa diri-Nya adalah kasih. Kalau kita ingin menyerupai Dia, maka bertindaklah mengasihi.

Kasih adalah sebuah kata kerja, artinya harus dipraktikkan. Singkatnya, kasih adalah praktik yang membutuhkan objek dan dilakukan secara terus-menerus. Kasih tidak bisa dipelajari dalam keterasingan, justru kita harus berada di sekitar orang-orang yang menjengkelkan, tidak sempurna, dan mengecewakan.

Apa saja hal penting yang perlu diketahui tentang kasih?

1. Kasih Nyata di dalam Hubungan

Hubungan bukanlah sesuatu yang diselipkan dalam jadwal kita. Hubungan merupakan hal yang terpenting dalam kehidupan kita. Yesus meringkas hal yang paling penting bagi Allah dalam dua pernyataan: “Kasihilah Allah dan kasihilah sesama“. Dia berkata, “... itulah hukum pertama dan terutama. Dan hukum kedua, yang sama dengan itu...”.

Saat kita menyatakan bahwa kita mengasihi Allah, kita harus mempraktikkan dan mengekspresikannya lewat hubungan. Artinya, kita harus menjalin hubungan dengan orang tua, suami atau istri, anak-anak, teman-teman, rekan kerja, bahkan keluarga rohani apabila kita mengasihi mereka.

Masalahnya, kita mulai menyaring hubungan, mengurangi pemberian waktu, tenaga dan perhatian yang diperlukan untuk membangun hubungan karena alasan sepele: jadwal kita mulai terlalu padat. Kita mulai dikuasai oleh pekerjaan, mencari nafkah, membayar tagihan-tagihan, atau menyelesaikan berbagai hal lainnya seolah-olah hal itu menjadi tujuan hidup kita. Apa yang terpenting bagi Allah mulai digantikan oleh apa yang mendesak.

2. Kasih adalah Sebuah Warisan

“Demikianlah tinggal ketiga hal ini, yaitu iman, pengharapan dan kasih, dan yang paling besar di antaranya ialah kasih” (1 Korintus 13:13).

Warisan yang paling bertahan dan bisa Saudara tinggalkan bukanlah kekayaan atau keberhasilan. Kekayaan dapat berkurang seiring dengan berjalannya waktu. Keberhasilan hanya dapat dikenang dan lambat laun pasti akan dilupakan. Lain halnya dengan kasih, hal ini akan terus melekat dalam kehidupan.

Di mana ada seorang yang sedang sekarat mencari hartanya atau medali kemenangannya? Dia hanya membutuhkan orang-orang yang dikasihi dan memiliki hubungan dengannya. Jangan menunda mengasihi sampai ajal mendekat baru kita memahami bahwa tidak ada yang lebih penting daripada hubungan.

Melalui tulisan singkat ini, mari pastikan diri kita terus berdoa pada Tuhan agar menuntun kita menggunakan waktu untuk mengasihi Allah dan mengasihi sesama, karena itulah inti dari kehidupan orang Kristen.